A homepage subtitle here And an awesome description here!

Minggu, 29 September 2019

Struktur dan Fungsi Bunga

Bagian-Bagian Bunga

Diposting pada 



Bunga

Bagian Bagian Bunga – Pengertian, Fungsi, Struktur Dan Gambar – DosenPendidikan.Com – Bunga adalah alat reproduksi seksual. Bunga dikatakan lengkap apabila mempunyai daun kelopak ,daun mahkota, benang sari,putik,dan daun buah. Bunga terdiri atas bagian fertile, yaitu benang sari dan daun buah,serta bagian yang steril yaitu daun kelopak dan daun mahkota.


Alat perkembangbiakan generatif bentuk dan susunannya berbeda-beda menurut jenis tumbuhan, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji umumnya alat tersebut merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga dimana pada bagian inilah terjadi penyerbukan dan Pembuahan.

Bagian pokok tumbuhan sebenarnya ada tiga macam yakni akar, batang dan daun dan setiap bagian lainnya merupakan penjelmaan dari ketiga bagian pokok tersebut. Sehingga apabila kita memperhatikan susunan suatu bunga maka itu merupakan suatu penjelmaan dari ketiga bagian pokok tumbuhan tersebut.

Struktur Bunga

Bagian Bagian Bunga

Bagian-Bagian-Bunga Sempurna

  1. Bungasempurna,
  2. Kepala putik (stigma),
  3. Tangkaiputik (stilus),
  4. Tangkai sari (filament, bagiandaribenang sari),
  5. Sumbu bunga (axis),
  6. Artikulasi,
  7. Tangkaibunga (pedicel),
  8. Kelenjar nektar,
  9. Benang sari (stamen),
  10. Bakalbuah (ovum),
  11. Bakalbiji (ovulum),
  12. Serbuk sari (pollen),
  13. Kepala sari (anther),
  14. Perhiasanbunga (periantheum),
  15. Mahkotabunga (corolla),
  16. Kelopak bunga (calyx)

Bagian Bagian Bunga Dan Fungsinya

Bagian Bunga & Fungsinya
Bunga adalah organ pada tumbuhan yang mempunyai kegunaan sebagai tempat berlangsungnya perkembangbiakan generatif melalui proses pembuahan serta penyerbukan. Bunga sejatinya ialah modifikasi tunas daun atau tunas batang dimana bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan atas kepentingan tumbuhan tersebut.

Pada umumnya bagian bunga sempurna dibagi menjadi 2, yaitu bagian Fertil dan bagian Steril.
  • Bagian Fetil
Bagian fertil merupakan bagian bunga yang secara langsung berpengaruh terhadap terjadinya proses penyerbukan dan pembuahan pada bunga itu sendiri. terdapat dua Bagian bunga fertil yaitu kepala putik (pistillum) serta benang sari (Stamen).

  • Bagian Steril
Bagian steril merupakan bagian bunga yang hanya berfungsi sebagai perhiasan dan kelengkapan bunga itu sendiri. Ia tidak secara langsung mempengaruhi terjadinya proses penyerbukan dan pembuahan. Bagian bagian bunga steril misalnya ibu tangkai bunga (pedunculus), daun tangkai (brachteola), dasar bunga (receptacle), daun pelindung (brachtea), daun mahkota (petal), tangkai bunga (pedicellus) dan daun kelopak (sepal),.
  1. Ibu tangkai bunga atau tangkai induk (pedunculus)
Tangkai bunga (bahasa latin: Rachis Pedunculus) adalah bagian awal dari sebuah bunga. Pedunculus (tangkai induk) bunga merupakan cabang kelanjutan dari sebuah ranting atau batang pohon / tanaman untuk menuju bunga.

  1. Tangkai bunga (pedicellus)
Pedicellus adalah bagian yang sering kita jumpai, seperti yang kita ketahui tangkai bunga merupakan bagian bunga yang berada pada bagian bawah. Pedisellus (Tangkai bunga) inilah yang kerap kita jadikan sebagai bagian bunga yang kita petik dari pohonnya. Sehingga tangkai bunga berfungsi sebagai penopang dan penghubung antara tangkai dan juga ranting.

  1. Dasar Bunga (receptacle)
receptacle addalah bagian bunga yang menjadi bagian dari ujung tangkai bunga, receptacle  ini berguna sebagai tempat melekatnya mahkota bunga.

  1. Daun tangkai bunga (brachteola)
Brachteola adalah bagian bunga berupa daun yang yang berfungsi sebagai daun pelindung. Daun tangkai bunga (Brachteola) ini tampak di luar bungan dan bisa terlihat. Daun ini berada pada bagian pangkal dari tangkai bunga.

  1. Daun pelindung (brachtea)
Bagian pelingdung bunga (Brachtea), bagian ini berbeda dengan kelopak bunga, karena Brachtea ialah daun terakhir yang menjadi tempat tumbuhnya bunga. Jadi, pada bagian ketiak daun ini, sang bunga berkembang serta tumbuh.
  1. Mahkota bunga (Corolla)Corolla merupakan salah satu bagian bunga yang seringkali direpresentasikan sebagai bunga itu sendiri. karena mahkota bunga merupakan bagian paling luar dari sebua struktur keseluruhan bunga, yang biasanya memiliki warna yang cerah dan juga menarik. Mahkota bunga juga memilki susunan dan juga bentuk yang berbeda pada setiap bunga, sehingga sering djadikan indikator utama dari keindahan dankecantikan dari sebuah bunga

  1. Daun buah (carpell)
Carpell merupakan bagian fertil berupa ovalum (bakal biji) berkelompok membentuk putik (pistill).

  1. Daun mahkota (petal)
Petal merupakan perhiasan bunga warnanya mencolok, berkelompok, serta membentuk corolla (mahkota bunga).

  1. Kelopak bunga (sepal)
Sepal (kelopak Bunga) adalah bagian bunga yang berupa kuncup saat bunga belum mekar. kelopak bunga berfungsi membantu menjaga bunga yang belum mekar. Saat bunga sudah sedikit mekar, maka kelopak bunga akan ikut membuka, serta membiarkan bunga tersebut mekar. saat bunga sudah mekar degan sempurna, kelopak bunga akan membentuk seperti bagian dasar sebuah bunga.

  1. Benang sari (stamen)
Benang Sari adalah bagian yang sering disebut sebagai alat kelamin jantan sebuah bunga. Stamen berfungsi untuk membantu proses reproduksi dan juga perkembang biakan di sebuah bunga, yang nantinya dapat menumbuhkan tanaman baru. Stamen (Benang sari) terdiri dari 3 bagian utama. yaitu Tangkai sari (filament), Serbuk sari (polen), Kepala sari (antheral).

Anatomi Bunga

Kebanyakan Angiospermae memiliki kepala sari yang tetra sporangiat, dengan dua ruang sari (lokus) dalam setiap cuping kepala sari sehingga jumlah keseluruhanya empat (gbr 20.2).
Anatomi Bunga

Pada tumbuhan tertentu yang anteranya matang ,namun sebelum antera memecah(membuka dengan sendiri) batas antara pasangan lokulus di setiap cuping rusak sehingga anteratetrasporangiat hanya menunjukkan dua lokulus.Filamen berstuktur sederhana . Pada benang sari terdapat sebuah berkas pengangkut yang bisa bersifat amfikibral di sepanjang filament dan berakhir di konektifium.Pada bunga Rhoe discolor banyak di temukan rambut filament.

Dinding artera terdiri dari beberapa lapisan sel  yang merupakan turunan sel parietal primer, kecusli epidermis yang dalam perkembangannya hanya membelah  dalam bidang antiklinal.Lapisan yang penting adalahEndostesium, tepat dibawah epidermis, dan tapetum, yang berbatasan dengan lokulus antera.Sel antara kedua lapisan itu sering memipih karena tertekan,  lalu rusak.Endostesium membentuk penebalan takrata, terutama di dindng radial dan tangensial dalam.Pengerutan diferensial yang terjadi padanya ketika antera megering saat matang, yang bertujuan untuk  memudahkan terjadinya retakan atau celah pada antera untuk membebaskan serbuk sari.

Membukanya antera dimulai pada celah atau stomata yna tidak berfungsi lagi (gambar 20.2 E) Sel tavetum bersifat sekretori dan penuh sitoplasma padat. Isi sel tafetum diserap oleh butir serbuk sari yang sedang berkembang dalam lokulus, sehingga ketika serbuk sari matang, biasanya tapetum sudah berdegenerasi. Untuk membebaskan serbuk sari, selain lewat celah/stomium,tumbuhan dapat memiliki pori disisi lateral atau pada ujung cuping antera.

  • Serbuksari

Hasil mikrogenesis adalah microspora atau butik serbuk sari. Butir tersebut berupa simetri radial atau bilateral dan pada dindingnya terdapat bagian yang kurang kuatyang disebut aperatur(gb 20.3).
Serbuksari

Ada yang bulat (pori) dan ada yang memanjang (kolpi). Ketika serbuk sari berkejambah serbuk polen akan muncul melalui apertur. Dinding butir sari terdapat dua lapisan utama, yaitu intin yang lunak di bagian dalam, dan eksin bagian luar yang keras.Eksin terbagi lagi menjadi dua, yaitubagian yang tidak berlekuk di sebelah dalam (neksin), dan bagian yang terdapat lekukan di sebelah luarnya (seksin).Butir polen sering berperan dalam taksonom yaitu pada family nya.

Contoh family yang mempunyai lekukan dalam (Cruciverare, Malvaceae). Lekukan eksin berasal dari tapetum yang berperan dalam pengendalian kecocokan intra spesies.Ketika serbuk sari dibawa oleh pollinator dari kepala sarike stigma, terjadi rehidrasi,eksin mengembang dan bahan yang tersimpan dalam eksin dibebaskan.
  • Karpel

Jika bunga mempunyai dua karpel atau lebih maka karpel dapat  lepas dengan karpel yang lainnya ginesium (apokarp pada bunga mawar) atau karpel yang berlekatan dengan cara yang bernacam-macam (ginesium sinkrap:pada tomat atau papaya). Ginesium berkarpel tunggal digolongkan apokarp.
Dalam pembentukan karpel menjadi ginesium, karpel di anggap melipat sepanjang tepinya sehingga sisi adaksial berada di ruang tertutup, dan tepinya saling melekat.hal ini di anggap bahwa pelipatan karpel terjadi secara konduplikat dengan tepi tetap pipih (gmbr 20.5).
Karpel


Perubahan evolusi menyebabkan reduksipada daerah tepi . Pelipatan ini meliputi involusi (pelipatan ke dalam sehingga daerah yang tertutup dilapisi dengan muka abaksial.
Pada ginesium sinkrap, ada dua cara perlekatan karpel, yaitu:
  • Karpel berlekatan dengan kondisi terlipat dan muka abaksial melekat pada muka abaksial , ginesium beruang dua atau banyak (gbr 20.7 A,C)
ginesium beruang dua atau banyak
  • Pelekatan terjadi dalam keadaan tak terlipat atau setengah terlipat dan terbentuk ginesium beruang satu (27.D).
Pada ginesium biasanya  dibedakan menjadi 2, yaitu:
  1. Bagian bawah yang fertile (bakal buah)
  2. Bagian tengah yang steril (tangkai putik).

  • Bakal buah

Bakal biji atau ovulum terdapat pada daerah dinding bakal buah dalam (adaksial), yang disebut plasenta (gbr.20.7). Setiap karpel memiliki dua plasenta.Pada krpelplasenta ditemukan di dekat tepi atau tidak jauh dari karpel, sehingga dibedakan Plasenta marginal(tepi) dan Plasenta laminar (agak jauh dari tepi). Plasenta paretial trjadi pada ginesium yang pelekatan karpelnya terjadi secara marginal dan hanya ada satu ruang genesium.Pada ginesium ovulum melekat pada dinding ovarium dengan adanya tangkai bakal biji atau funikulus yang mengandung satu berkas pembuluh (gbr 20.8).
Bakal buah

Bakal biji terdiri jaringan tengah atau nuselus , dilingkari oleh integumen dalam dan integument luar.Kedua integument mengelilingi suatu saluran yang bermuara di pori, disebut mikrofil ( gbr.20.8.E). Daerah nuselus , integument, dan funikulus berhubungan disebut kalaza. Sering terletak berhadapan dengan mikrofil. Tabung sari tumbuh melalui mikropil saat fertilisasi.Sebagaimana pada tapetum antera, nuselus biasanya sudah tak ada ketika bakal biji mencapai taraf dewasa, karena telah berdegenerasi.

Pembentukan megaspora melalui peristiwa sel induk megaspore disebut megasporogenesis. Megaspora juga disebut kantung embrio akan berkecambah dengan terjadinya mitosis pada intinya yang akhirnya memberikan kantung embrio dewasa yang berinti delapan (gbr. 20.8).Di banyak angiospermae, kantung embrio matang berisi 8 inti, yang masing-masing memiliki dinding sel. Ketiga sel dekat mikropil adalah sel telur dan dua sel sinergid.

Di dekat kalaza terdapat tiga sel antipoda. Dua buah inti di tengah disebut inti polar. Jika keduanya bersatu, jumlah sel dalam kantung embrio menjadi tujuh. Sel antipoda sering berdegenerasi di awal pertumbuhan. Pada sinergid biasanya terdapat penebalan dinding yang di sebut aparatfiliform (seperti benang) yang meluas di debagian sel dekat mikropil.

Mikrosporagenesis dan Megasporagenesis

Pada antera yangs edang berkembang, mikrosporangium terdiri dari sel sporongent yang ada didalam rongga kantong polen dan sejumlah lapisan khusus disebelah luarnya. Jaringan sporogen juga berasal dari sel parietal primer yang ditemukan pada awal pembentukan antera. Sel sporogen masih dapat bermitosis menghasilkan lebih banyak sel sporogen atau menjadi sel induk mikrospora. Meiosis terjadi dalam sel induk mikrospora, menghasilkan tetrad yang terdiri dari empat sel mikrospora yang haploid (gb, 20.2).

Distadium ini mikrospora biasanya berpisah, meskipun pada beberapa familia tetap bertahan sebagai tetrad. Sebelm lepasnya polen dari antera, mikrospora mengalami mitosis, menghasilkan sel vegetative dan sel generatif. Kadang-kadang sel generatif membelah, menghasilkan dua gamet jantan.

Sebagaimana dalam mikrosporagenesis, sel sporogen primer dapat langsung atau melalui beberapa kali mitosis menjadi sel induk mikrospora. Sel itu mengalami meiosis yang terdiri dari dua kali pembelahan berturut-turut, menghasilkan 4 megaspora.

Jenis-Jenis Bunga pada Tumbuhan

  • Bunga Lengkap (flos completus), yakni jika memiliki semua daun bunga yaitu kelopak,mahkota,benang sari dan putik.
  • Bunga tak lengkap (flos incompletus), yakni jika salah satu daun bunga tidak ada atau tidak ditemukan.
  • Bunga berumah satu (planta monoeca) atau bunga banci, yakni bunga jantan(benang sari) dan bunga betina(putik) terdapat pada tanaman yang sama.
  • Bunga Berumah dua (planta dioeca), yakni benang sari dan putik terdapat pada tanaman yang berlainan , namun masih dalam jenis yang sama
  • Tumbuhan poligam (planta polygam) yakni tumbuhan yang memiliki dua tipe bentuk kelamin. Dibedakan menjadi:
  1. andromonoecus (pl. andromonoeca), yaitu pada tanaman yang sama terdapat bunga jantan dan bunga banci
  2. gynomonoecus (pl. gynomonoeca), yaitu pada tanaman yang sama ada bunga betina dan bunga banci
  3. androdioecus(pl. androdioeca), yaitu pada satu jenis tanaman hanya terdapat bunga jantan dan bunga banci saja.
  4. gynodioecus (pl. gynodioeca), yaitu dalam satu jenis tumbuhan terdapat tanaman dengan hanya bunga betina dan tanaman dengan hanya bunga banci.

Diagram Bunga

Dalam mendeskripsikan bunga, disamping secara verbal (dengan kata-kata) dapat ditambahkan gambar-gambar untuk memperjelas keadaan bunga. Suatu gambar yang melukiskan keadaan bunga dan bagian-bagiannya disebut diagram bunga.
Diagram bunga

Diagram bunga adalah suatu gambar proyeksi pada boding datar dari semua bagian bunga yang dipotong melintang. Sehingga pada diagram bunga ini digambarkan penampang melintang daun-daun kelopak, tajuk bunga, benang sari dan putik. Juga bagian bunga lainnya jika masih ada. Disamping bagian-bagian tersebut diatas, lazimnya daun kelopak dan tajuk bunga digambar melintang bagian tengah-tengahnya, sedangkan benang sari digampar penampang keapala sari dan dari putik penampang melintanng bakal buahnya. Dari diagram bunga ini dapat diketahui berapa banyak masing-masing bagian bunga tadi dan susunannya antara yang satu dengan yang lain dalam bentuk skematik.
Dalam diagram bunga masing-masing bagian bunga digambarkan dengan bentuk lambang yang berbeda-beda, sehingga apabila terdapat persamaan mungkin hanya terjadi pada lambang kelopak dan daun tajuk bunga sedangkan benang sari dan putik tidak akan mengalami kesamaan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat diagram bunga yaitu:

  • Letak bunga pada tumbuhan. Terdapat dua macam letak bunga yaitu:
  1. Bunga pada ujung batang atau cabang (flos terminalis)
  2. Bunga yang terdapat dalam ketiak daun (flos axillaris)
  • Bagian bunga yang akan kita buat tersusun dalam beberapa lingkaran.

Kedua hal tersebut harus ditentukan saat kita akan membuat diagram bunga, dimulai dari mebuat lingkaran konsentris, sesuai dengan jumlah lingkaran tempat duduk bagian-bagian bunganya. Lalu gambar garis tegak lurus sebagai bidang median untuk menggambarkan penampang melintang batang secara skematik dibagian atas lingkaran yang terluar pada bidang median kemudian dibagian bawah gambar skematik dibuat gambar skematik daun pelindungnya.

Pada lingkaran sendiri. Kemudian gambar pada lingkaran berturut-turut dari bagian luar yakni daun-daun kelopak,daun-daun tajuk,benang sari dan penampang melintang bakal buah sebagai gambar pada lingkaran terdalam. Dalam menggambar maing-masing bagian bunga harus memperhatikan hal-hal berikut ini:


  1. Jumlah masing-masing bagian bunga
  2. Susunan terhadap sesamanya, misal susunan daun kelopak(calyx) satu dengan yang lainnya bebas atau berlekatan memiliki susunan diagram yang berbeda.
  3. Susunan terhadap bagian bunga yang lain, misal daun kelopak (calyx) terhadap daun mahkota(corolla), benang sari dan daun buah penyusun putiknya, berhadapan atau berseling, bebas aatau berlekatan.
  4. Letak bagian bunga terhadap bidang median. Dimana sering kali bidang median membagi dua dalam bidang setangkup (simetrik).

Bagian bunga yang letaknya pada ujung batang/cabang, tidak dikenal bidang mediannya sehingga tidak digambarkan bagian penampang melintang batang(karena bunga yang demikian itu batang bersambung dengan tangkai bunga. Tetapi pada bagian bawah masih ditambahkan gambar penampang melintang daun pelindung jika ada. Pada diagram bunga tidak hanya menyangkut bagian-bagian bunganya saja tetapi juga mengenai letaknya pada tumbuhan yakni mengenai letaknya pada ujung batang atau diketiak daun(gb. 108)

Pada diagram bunga juga bisa digambar bagian lain yang memang perlu dikemukakan seperti:
  1. Kelopak tambahan (epicalyx), umumnya terdapat pada suku Malvaceae, misalnya kapas (Gossypium sp.) dan Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu).
  2. Mahkota tambahan(corona) yang biasanya terdapt pada suku asclepiadaceae, misal biduri (Calotropis gigantea Dryand.)
    Pada bagian bunga sering kali ada yang mengalami metamorfosis atau tereduksi atau lenyap sama sekali. Sehingga dalam pembuatan diagram bunga harus berpendirian yaitu:
  • Hanya menggambarkan bagian bunga menurut apa adanya.
  • Membuat diagram bunga yang tidak hanya memuat bagian yang benar-benar ada tetapi juga menggambarakan bagian-bagian yang sudah tidak ada atau tereduksi, namun menurut teori seharusnya ada.



Struktur dan Fungsi Daun

Jenis-jenis Daun Tumbuhan Berdasarkan Tulang Daun Beserta Contoh dan Gambarnya

macam macam daun di sekitar kita
Jenis-jenis Daun – Daun merupakan salah satu bagian tumbuhan yang tumbuh dari ranting. Pada umumnya daun berwarna hijau (karena mengandung klorofil) dan berfungsi sebagai penyerap energi dari cahaya matahari untuk proses fotosintesis.
Hampir semua tanaman menggunakan daun sebagai tempat utama dalam memproduksi bahan makanan daun merupakan tempat utama produksi makanan untuk tanaman.
Struktur dalam daun yang mengubah energi dari cahaya matahari menjadi energi kimia sehingga dapat digunakan sebagai bahan makanan bagi tanaman.
Hampir pada setiap daun memiliki zat warna hijau daun yang disebut klorofil. Klorofil sendiri adalah molekul dalam daun yang memanfaatkan energi dari sinar matahari untuk mengubah H2O (air) dan CO2 (gas karbon dioksida) menjadi O2 (oksigen) dan gula.
Proses pengubahan energi dari cahaya matahari menjadi bahan makan tumbuhan di dalam daun tadi disebut dengan fotosintesis.

Struktur Bagian-bagian dari Daun

Jenis-jenis Daun Tumbuhan: Berbagai Macam Jenis Daun
ghinaghufrona[dot]blogspot[dot]com

Selain buah, batang dan buah, daun pada tumbuhan juga memilki perananan penting bagi tumbuhan. Dalam peranannya terhadap tumbuhan, daun mempunyai struktur bagian-bagian sendiri untuk dapat berfungsi baik sebagai tempat fotosintesis tumbuhan. Apa saja struktur dari daun tersebut, berikut ulasannya:

Struktur Bagian Luar Daun

Daun akan disebut sebagai daun sempurna, apabila struktur dari daun tersebut tersusun menjadi 3 bagian, yaitu:
  • Pelepah daun berfungsi untuk mendudukkan daun pada batang.
  • Tangkai daun berfungsi untuk menghubungkan anatara pelepah atau batang dengan helai daun.
  • Lamina atau helai daun adalah salah satu bagian terpenting dari daun pada umumnya. Karena dari lamina inilah daun mempunyai fungsi utama daun yaitu sebagai tempat fotosintetis paling dominan bekerja pada tumbuhan. Bentuk helai daun/lamina sangat beraneka ragam, namun biasanya berupa helaian, bisa tebal atau tipis.

Struktur Daun Bagian dalam

Selain memiliki struktur bagian luar, daun juga memiliki struktur bagian dalam. Diantara struktur bagian dalam daun tersebut ialah:
1. Struktur Daun Bagian dalam : Epidermis
Epidermis adalah lapisan sel hidup terluar dari bagian dalam daun. Jaringan epidermis ini terbagi menjadi dua yaitu epidermis bawah dan epidermis atas. Eperdermis memiliki fungsi untuk melindungi jaringan yang berada di bawahnya.
2. Struktur Daun: Jaringan Mesofil
Jaringan mesofil ini dibagi lagi menjadi 2 macam yaitu:
  • Jaringan Palisade (Jaringan tiang) adalah suatu jaringan pada bagian dalam daun yang mengandung banyak kloroplas sebagai suatu proses pembuatan makanan untuk tumbuhan. Salah satu ciri-ciri jaringan tiang yaitu sel-selnya tersusun rapat dan berbentuk silinder.
  • Jaringan Spons (Jaringan bunga karang) adalah sebuah jaringan yang memilki rongga lebih apabila dibandingkan dengan jaringan palisade. Jaringan spons memiliki fungsi sebagai tempat menyimpan suatu cadangan makanan pada tumbuhan.
Jenis-jenis Daun Tumbuhan: Struktur Daun Bagian Dalam
id[dot]wikipedia[dot]org
3.  Struktur Daun: Berkas Pembuluh Angkut
Berkas pembuluhh angkut dibagi menjadi 2 macam yaitu:
  • Xilem atau pembuluh kayu dalam tumbuhan ada 2 macam. Pertama pembuluh kayu pada akar yang memiliki fungsi  untuk mengangkut mineral dan air menuju daun. Kedua pembuluhh kayu pada suatu batang yang memiliki fungsi sebagai pendukung untuk penegak tumbuhan.
  • Floem atau pembuluh tapis yang berfungsi untuk mengedarkan hasil dari fotosintesis dari daun ke seluruh bagian dari tumbuhan.
4. Struktur Daun: Jaringan Tambahan pada Daun
Untuk jaringan tambahan yang terdapat pada daun ini meliputi sel-sel khusus. Biasanya sel-sel khhusus ini terdapat pada mesofil daun. Sebagai contoh sel-sel kelenjar dan kristal.
5. Struktur Daun: Stomata
Stomata merupakan salah satu bagian dari struktur dalam daun yang berfungsi sebagai organ respirasi. Stomata mengambil gas karbon dioksida dari udara untuk dijadikan sebagai bahan fotosintesis.
Kemudian mengeluarkan gas oksigen sebagai hasil dari fotosintesis. Stomata ini terletak di epidermis bagian bawah.
Selain pada stomata, untuk tumbuhan tingkat tinggi juga dapat bernapas melalui lentisel yang terletak pada sebuah batang.

Jenis Jenis Daun Berdasarkan dari Bentuk Tulang Daun:

1. Contoh Jenis Daun Menjari atau Palminervis
Jenis-jenis Daun: Contoh Daun Menjari Daun Singkong
pixabay[dot]com
Tanaman ini memiliki bentuk daun dengan satu tulang daun yang cukup besar dan berbentuk seperti jari-jari tangan manusia.
Daun dengan struktur tulang daun menjari ini dapat kita jumpai pada daun singkong, daun pepaya, daun ketela pohon, daun kapas dan yang lainnya.
2. Contoh Jenis Daun Menyirip
Jenis-jenis Daun: Contoh Jenis Daun Menyirip
choewoe-widi[dot]blogspot[dot]co[dot]id
Daun menyirip yaitu daun yang mempunyai struktur tulang daun jenis menyirip seperti pada sirip-sirip ikan.
Daunnya tersusun rapi mulai dari tangkai hingga ujung dari helai daun.
Daun menyirip dapat kita temui pada pohon kuweni (Mangifera odorata), belimbing manis (Averrhoa carambola L), daun pohon durian (Durio zibethinus Murr), jambu dersono (Syzygium malaccense), jambu mete (Anacardium occidentale L.), jambu biji (Psidium guajava L.), tulang daun mangga dan tulang daun rambutan.





3. Contoh Jenis Daun Sejajar atau Rectinervis
Jenis-jenis Daun: Contoh Jenis Daun Sejajar
raflitama[dot]com
Daun sejajar merupakan daun yang memiliki tulang daun berbentuk seperti garis-garis yang sejajar.
Tiap-tiap dari ujung tulang daun ini menyatu. Umumnya terdapat pada daun-daun bangun garis pita dan bangun garis, yang memiliki satu tulang daun besar membujur ditengah.
Sedangkan tulang-tulang lainnya lebih kecil dan semuanya terlihat mempunyai arah sejajar dengan tulang utama.
Contoh tumbuhan dengan jenis daun sejajar ini ialah tumbuhan zea mays yang merupakan tumbuhan berbiji di Kebun Buah Mangunan.
Sedangkan contoh lainnya yang sering kita temui yaitu daun pada pohon tebu, padi, rumput ilalang, daun pohon jagung, daun kelapa. dan yang lainnya.

4. Contoh Jenis Daun Melengkung
Jenis-jenis Daun: Contoh Jenis Daun Melengkung
anthuriumonline[dot]files[dot]wordpress[dot]com
Daun melengkung ialah daun dengan tulang daun berbentuk seperti garis-garis melengkung. Daun dengan jenis tulang daun sperti ini dapat kita jumpai di berbagai tumbuhan lingkungan sekitar tempat tinggal kita. Seperti misalnya daun gadung, sirih, dan genjer.

Fungsi-Fungsi Daun pada Tumbuhan

  • Sebagai Tempat Berfotosintesis
  • Sebagai Alat Respirasi
  • Alat Reproduksi Vegetatif
  • Tempat Mengatur Proses Transpirasi
  • Prose gutasi



Struktur dan Fungsi Batang

Struktur Dan Fungsi Jaringan Batang Dikotil dan Monikotil

Definisi dari batang sendiri adalah bagian yang sangat penting dari tumbuhan yang letaknya di bagian permukaan tanah. Pertumbuhan batang dimulai dari bagian batang lembaga yang letaknya berada di bagian dalam biji. Proses selanjutnya pertumbuhan batang sendiri terjadi mulai dari bagian titik tumbuh yang tersusun oleh meristem apikal (ujung) yang letaknya ada pada bagian batang. Jika dilihat dari tempat kedudukannya dari bagian tubuh tumbuhan, maka batang bisa diibaratkan sebagai sumbu dari tumbuhan.
Bagian batang pada tumbuhan yang terlihat paling menonjol adalah bagian yang berdaun, bukan seluruh bagian yang berada dan tumbuh di udara bebas. Pada bagian tersebut bisa dikategorikan menjadi nodus (merupakan tempat melekatnya daun) dan juga internodus (merupakan bagian dari batang yang terdapat di antara dua nodus). 
Pembagian batang pada tumbuhan sehingga menjadi susunan-susunan secara berurutan bisa dilihat pada bagian sayatan yang arahnya membujur ke bagian ujung batang. Tentunya susunan-susunan yang ada pada batang akan berbeda antara tumbuhan yang  dikotil dan juga monokotil. 

1. Tumbuhan Dikotil

Pada bagian ujung batang tumbuhan yang tergolong dikotil ada bagian yang digunakan sebagai titik tumbuh yang disebut meristem apikal (ujung).
Di bagian belakang meristem apikal yang tersusun dengan berurutan ada protoderm yang akan mengalami proses pembentukan menjadi epidermis, prokambium mengalami proses pembentukan xilem, floem dan juga kambium vaskuler, serta pada bagian meristem dasar yang akan mengalami proses pembentukan menjadi empulur dan juga korteks. 
Pada umumnya bagian batang pada tumbuhan yang tergolong dikotil mempunyai susunan seperti lapisan epidermis, korteks, dan juga stele.
  • Epidermis

Epidermis di bagian batang pada tumbuhan yang tergolong dikotil yakni susunan dari sel pipih yang rapat. Bagian ini mempunyai fungsi untuk melakukan perlindungan terhadap jaringan yang terletak di bagian dalam batang, setelah batang mengalami suatu proses pertumbuhan sekunder. 
Pada bagian-bagian tertentu, ternyata epidermis akan mengalami pemecahan dan kemudian akan diisi oleh jaringan gabus yang diperoleh dari bagian kambium gabus. Lapisan yang ada gabusnya ini sering disebut sebagai lentisel. Lentisel sendiri mempunyai fungsi sebagai suatu tempat yang digunakan untuk melakukan pertukaran gas dan juga proses penguapan
  • Korteks
Korteks yang ada di bagian batang pada tumbuhan yang tergolong dikotil merupakan jaringan yang susunannya terdiri dari sel-sel parenkim yang digunakan sebagai jaringan dasarnya. Korteks batang sendiri terbagi menjadi dua yakni korteks bagian luar dan korteks bagian dalam.
Korteks bagian luar terdiri dari bagian sel-sel kolenkim yang berkoloni atau pun bagian sel-sel kolenkim yang bercampur menjadi satu (selang-seling) dengan bagian sel-sel parenkim yang mengalami proses pembentukan lingkaran yang tertutup. 
Pada korteks bagian luar tidak terlihat pada bagian batang semua jenis tumbuhan, melainkan hanya jenis-jenis tumbuhan tertentu saja. Sedangkan pada korteks bagian dalam bisa terlihat pada bagian batang semua jenis tumbuhan. Hal ini bisa terjadi karena korteks bagian dalam adalah bagian pemisah antara bagian korteks dengan bagian stele. 
Korteks bagian dalam terbentuk dari bagian sel-sel parenkim. Korteks bagian dalam yang ada pada tumbuhan mempunyai biji tertutup yang mempunyai suatu lapisan sel yang akan mengalami proses pembentukan menjadi lingkaran dan di dalamnya berisi butir-butir pati yang sering disebut sebagai seludang pati. 
  • Stele
Stele atau sering disebut sebagai silinder pusat di bagian batang pada tumbuhan yang tergolong dikotil adalah bagian yang paling dalam dari bagian batang itu sendiri yang letaknya di sebelah dalam bagian endodermis. Stele tersusun atas lapisan paling luar yang sering disebut dengan perikambium atau bisa juga disebut dengan perisikel. Di dalam perikambium sendiri ada empulur dan juga berkas vaskuler yang terdiri atas dua bagian yakni floem dan juga xilem.
Definisi dari empulur ialah dimana parenkim terletak di bagian tengah-tengah stele. Selain itu empulur juga terletak di bagian sekitar berkas vaskuler yang mempunyai bentuk serupa dengan jari-jari, sehingga sering disebut sebagai jari-jari empulur. Pada bagian berkas vaskuler yang ada di floem dan juga xilem pada tumbuhan yang tergolong dikotil terbentuk menyerupai cincin yakni dengan cara kolateral terbuka
Proses ini berarti menandakan bahwa di antara bagian floem dan juga xilem terkandung kambium di dalamnya. Berkas vaskuler sendiri bisa tersusun dari prokambium yang selanjutnya akan mengalami proses diferensiasi yang akan menjadi berkas kolateral bersama dengan xilem dan juga floem primer. Prokambium yang terletak pada bagian antara xilem dan juga floem juga akan mengalami deferensiasi yang membentuk menjadi kambium vaskuler.
Sedangkan bagian kambium sendiri yang tersusun dari bagian parenkim pada area yang ada di antara xilem dan juga floem, akan selalu berdampingan sehingga sering disebut sebagai kambium intervaskuler. Kedua bagian kambium itu akan mengalami proses pembentukan menjadi lingkaran kambium yang memiliki bentuk utuh. 

2. Tumbuhan Monokotil


Pada bagian meristem apikal pada tumbuhan yang tergolong monokotil yang mempunyai ukuran yang relatif lebih kecil daripada bagian meristem apikal pada tumbuhan yang tergolong dikotil. Meristem akan mengalami proses pembentukan menjadi tunas aksiler, bakal daun, dan juga epidermis. Di bagian bawah meristem apikal, ada pula bagian meristem perifer. 
Definisi dari meristem perifer ialah meristem primer yang mengalami proses pelebaran dan penebalan di area sekitar bagian meristem apikal. Meristem perifer akan berkembang membentuk bagian-bagian utama dari batang yang di dalamnya terdapat suatu ikatan pembuluh. Tidak beda dengan dengan tumbuhan yang tergolong dikotil, pada tumbuhan yang tergolong monokotil juga terdiri atas lapisan epidermis, korteks, dan juga stele. 
  • Epidermis
Epidermis bagian batang pada tumbuhan yang tergolong monokotil mempunyai bagian dinding sel yang cenderung lebih tebal jika dibandingkan dengan tumbuhan yang tergolong dikotil. Mengapa demikian? karena epidermis disini terdiri atas stomata dan juga bulu-bulu. 
  • Korteks
Korteks bagian batang pada tumbuhan yang tergolong monokotil berupa jaringan-jaringan yang ada di bagian bawah epidermis. Pada umumnya korteks tersusun dari bagian sel-sel sklerenkim yang berupa kulit batang. Kulit batang sendiri mempunyai fungsi dalam memperkuat dan juga mengeraskan bagian-bagian dari luar batang. 

  • Stele
Stele bagian batang pada tumbuhan yang tergolong monokotil ialah jaringan-jaringan yang terdapat di bagian bawah korteks. Pada umumnya batas yang ada di antara stele dan juga korteks tidak terlihat jelas. Stele yang di dalamnya berisi berkas vaskuler yang menyebar di seluruh bagian empulur, terutama yang mengalami konsentrasi mendekati bagian kulit batang. 
Floem berada di area dahi, sedangkan xilem dibagi menjadi empat pembuluh yakni dua mata, hidung dan juga mulut. Tipe yang terdapat pada berkas vaskuler tumbuhan yang tergolong monokotil merupakan kolateral tertutup. Hal ini menandakan bahwa antara floem dan juga xilem tidak terkandung kambium di dalamnya.Dengan demikian, tumbuhan yang tergolong monokotil tidak akan terjadi proses pertumbuhan sekunder. 
Pada umumnya tumbuhan yang tegolong monokotil hanya mengalami proses pertumbuhan primer secara memanjang. Proses terjadinya pembesaran pada batang dilakukan melalui suatu mekanisme pembentukan rongga-rongga. Bagian rongga ini mengalami pembentukan karena terjadi hilangnya bagian empulur, tidak termasuk empulur yang terdapat pada bagian buku-buku batang. Sangat bertolak belakang dengan tumbuhan yang tergolong dikotil, struktur anatomi yang ada pada batang tumbuhan yang tergolong monokotil dari mulai muda sampai tua prosesnya terjadi sama persis.



Struktur dan Fungsi Akar

Fungsi dan Struktur Akar ~ Akar merupakan bagian bawah tumbuhan yang biasanya berkembang di bawah permukaan tanah. Beberapa tumbuhan ada yang memiliki akar yang tumbuh di udara. Bentuk dan struktur akar sangat beragam. Keadaan ini berkaitan dengan fungsi akar sebagai penyimpan cadangan makanan, akar sukulen, akar napas, dan akar rambut. 
Jika biji tumbuhan dikotil berkecambah, pada bagian bawah akan keluar akar. Akar tersebut disebut pula radikula yang akan menembus tanah. Akar ini dinamakan akar primer. Setelah beberapa periode akar akan membentuk akar cabang yang dinamakan akar sekunder.

A. Fungsi Akar

Asal akar adalah dari akar lembaga (radix). Pada dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang. Pada monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.

Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah. Sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amilum, dinamakan kolumela.

Akar pada tumbuhan memiliki fungsi bermacam-macam. Fungsi akar pada tumbuhan antara lain:
  1. Untuk mengikat tubuh tumbuhan pada tanah.
  2. Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.
  3. Menyerap air dan garam-garam mineral terlarut.

Fungsi Akar, Struktur Akar, Fungsi Akar Tumbuhan, Struktur Akar Tumbuhan, Struktur Bagian Luar Akar, Struktur Bagian Dalam Akar,
Fungsi dan Struktur Akar Tumbuhan

B. Struktur Akar

Struktur akar tumbuhan dapat diamati dengan cara melakukan pemotongan akar secara melintang. Untuk itu, struktur akar di bahawan ini dikelompokkan menjadi dua yaitu struktur bagian luar dan struktur bagian dalam.

1. Struktur Bagian Luar Akar (Morfologi akar)
Struktur bagian luar akar (morfologi akar) terdiri dari:
  • Leher atau pangkal akar, merupakan bagian akar yang bersambungan dengan pangkal batang.
  • Ujung akar, merupakan titik tumbuh akar yang dilindungi oleh tudung akar ( kaliptra).
  • Batang akar, merupakan bagian akar yang terletak antara leher akar dan ujung akar.
  • Cabang-cabang akar, merupakan bagian yang tidak langsung bersambungan dengan pangkal batang tetapi keluar dari akar pokok.
  • Serabut akar, merupakan cabang-cabang akar yang halus dan berbentuk serabut.
  • Rambut akar atau bulu-bulu akar, merupakan penonjolan sel-sel kulit luar (epidermis) yang sesungguhnya dan akan memperluas daerah penyerapan air dan mineral. Rambut akar hanya tumbuh dekat ujung akar dan umumnya relatif pendek.
  • Tudung akar ( kaliptra), terletak paling ujung dan berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah.

2. Struktur Bagian Dalam Akar

Struktur bagian dalam akar (anatomi akar) terdiri dari:


  • Epidermis
  • Susunan sel-sel epidermis rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Sebagian sel epidermis membentuk rambut akar dengan pemanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut. Bulu akar memperluas permukaan akar sehingga penyerapan lebih efisien.

  • Korteks
  • Letak korteks langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antarsel yang berperan dalam pertukaran gas. Sebagian besar korteks dibangun oleh jaringan parenkim. Korteks berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan.

  • Endodermis
  • Endodermis merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sebagian besar sel endodermis memiliki bagian seperti pita yang mengandung gabus (zat suberin) atau zat lignin. Bagian ini disebut pita kaspari. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik kaspari. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti huruf U, disebut sel U, sehingga air tidak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap. Jadi, endodermis berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.

  • Silinder pusat/stele
  • Silinder pusat/ stele merupakan bagian terdalam dari akar. Terdiri atas berbagai macam jaringan, yaitu: Perisikel/ perikambium, Berkas pembuluh angkut, dan Empulur. Perisikel/ perikambium merupakan lapisan terluar dari stele yang tersusun atas satu atau beberapa lapis sel. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar. Perisikel berfungsi dalam pertumbuhan sekunder dan pembentukan akar ke samping. Berkas pembuluh angkut terdapat di sebelah dalam perisikel. Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari-jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium. Sedangkan Empulur letaknya paliang dalam atau di antara berkas pembuluh angkut yang terdiri atas jaringan parenkim. Empulur hanya terdapat pada akar tumbuhan dikotil.



Minggu, 01 September 2019

PPT IPA BAB 2

<iframe src="https://docs.google.com/presentation/d/e/2PACX-1vS4G-26W0w1XcPiINYmHOGW11py-dzxJlDKqhhAyEY2AE8uVeZpOwpKTWLg-o2tKAb4rJTf0TZf3Kjk/embed?start=true&loop=false&delayms=3000" frameborder="0" width="1280" height="749" allowfullscreen="true" mozallowfullscreen="true" webkitallowfullscreen="true"></iframe>