A homepage subtitle here And an awesome description here!

Kamis, 17 Oktober 2019

Jantung dan Pembuluh Darah


JANTUNG

Jantung (bahasa Latincor) adalah sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Darah menyuplai okisgen dan nutrisi pada tubuh, juga membantu menghilangkan sisa-sisa metabolisme. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah, terletak di rongga dada agak sebelah kiri.
Pada manusia, mamalia, dan burung, jantung dibagi menjadi empat ruas: atrium atas kanan dan kiri; dan ventrikel bawah kanan dan kiri. Pada umumnya atrium dan ventrikel kanan disebut jantung kanan, dan sisanya disebut jantung kiri. Ikan hanya memiliki dua ruas, sebuah atrium dan sebuah ventrikel, sementara reptil memiliki tiga ruas. Pada jantung yang sehat darah mengalir satu arah melalui pembuluh darah. Terdapat sebuah kantung pembungkus yang melindungi jantung, perikardium, yang juga mengandung sedikit cairan. Dinding jantung tersusun atas tiga lapisan: epikardium, miokardium, dan endokardium.
Jantung memompa darah melewati dua sistem sirkulasi. Darah yang berasal dari sistem peredaran darah besar mengandung sedikit oksigen dan memasuki atrium kanan melalui vena kava superior dan inferior menuju ventrikel kanan. Dari sini darah dipompa menuju paru-paru, tempat darah memperoleh oksigen dan meninggalkan karbon dioksida. Darah yang sudah mengandung oksigen kembali menuju atrium kiri, melewati ventrikel kiri dan dipompa menuju seluruh tubuh melalui aorta—di mana oksigen dipakai dan melalui metabolisme menjadi karbon dioksida. Ditambah lagi, darah juga membawa nutrisi dari hati menuju berbagai organ tubuh, sementara membawa zat sisa menuju hati dan ginjal. Normalnya, jumlah darah yang terpompa menuju paru-paru sama dengan jumlah darah yang terpompa ke seluruh tubuh. Pembuluh vena memompa darah menuju jantung dan membawa darah yang kaya karbon dioksida - kecuali vena pulmonaris dan vena pada sistem pencernaan. Arteri membawa darah keluar jantung, membawa oksigen selain pada arteri pulmonaris. Jarak yang jauh dari jantung membuat pembuluh vena memiliki tekanan yang lebih kecil dari pembuluh arteri. Ketika beristirahat, jantung berdetak kurang lebih 72 kali per menit. Latihan fisik biasanya mengangkat jumlahnya, tetapi jumlah melambat selama beberapa waktu, yang baik untuk jantung.
Penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian yang umum pada tahun 2008, membawa 30% manusia pada kematian. Diikuti oleh penyakit pembuluh koroner dan stroke. Penyebab utamanya adalah: merokokobesitas, latihan yang kurang, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggidiabetes, dan lain-lain. Diagnosis dari kardiovaskular seringkali dilakukan dengan stetoskop, ECG atau melalui pendengaran ultrasonik. Spesial yang fokus pada penyakit jantung disebut kardiologis, meskipun dibutuhkan spesialis lain untuk menanganinya.

Permukaan jantung

Bagian-bagian dari jantung
Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga torakik, di balik tulang dada. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri. Massanya kurang lebih 300 gram, besarnya sebesar kepalan tangan.
Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, tetapi tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma. Lapisan pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung.
Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di samping. Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara serambi dan bilik jantung.

Struktur internal jantung

Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri.
Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas dan memerlukan gaya yang lebih besar untuk mensuplai peredaran darah besar, khususnya pembuluh aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah.
Tiap serambi dan bilik pada masing-masing belahan jantung dipisahkan oleh sebuah katup. Katup di antara atrium kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup mitralis atau katup bikuspidalis (katup berdaun dua).

Cara kerja jantung

Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan darah masuk ke jantung (disebut 'diastol'). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut 'sistol'). Kedua serambi berkontraksi dan berelaksasi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan. Darah yang sudah mengandung sedikit oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, ia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan melalui katup trikuspidalis. Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui [katup pulmoner] ke dalam [arteri pulmonalis] menuju ke [paru-paru]. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (pembuluh kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen, melepaskan karbondioksida dan selanjutnya dialirkan kembali ke jantung. Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium sinistra. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner karena darah dialirkan ke paru-paru. Darah dalam atrium sinistra akan didorong menuju ventrikel sinistra melalui katup bikuspidalis/mitral, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati [katup aorta] masuk ke dalam [aorta] (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disirkulasikan ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru. dan sebagainya.

Seputar kesehatan jantung

Jantung merupakan salah satu organ terpenting tubuh, kelainan pada jantung dapat berisiko kematian. Masalah pada jantung dibagi karena kegagalan organ jantung seringkali hampir menjadi dua bagian, yaitu penyakit jantung dan serangan jantung.

Penyakit jantung

Penyakit jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan Jantung tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal-hal tersebut antara lain:
  • Otot jantung yang lemah. Ini adalah kelainan bawaan sejak lahir. Otot jantung yang lemah membuat penderita tak dapat melakukan aktivitas yang berlebihan, karena pemaksaan kinerja jantung yang berlebihan akan menimbulkan rasa sakit di bagian dada, dan kadangkala dapat menyebabkan tubuh menjadi tampak kebiru-biruan. Penderita lemah otot jantung ini mudah pingsan.
  • Adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri, oleh karena tidak sempurnanya pembentukan lapisan yang memisahkan antara kedua serambi saat penderita masih di dalam kandungan. Hal ini menyebabkan darah bersih dan darah kotor tercampur. Penyakit ini juga membuat penderita tidak dapat melakukan aktivitas yang berat, karena aktivitas yang berat hampir dapat dipastikan akan membuat tubuh penderita menjadi biru dan sesak napas, walaupun tidak menyebabkan rasa sakit di dada. Ada pula variasi dari penyakit ini, yakni penderitanya benar-benar hanya memiliki satu buah serambi.

Serangan jantung

Serangan jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung sama sekali tidak berfungsi. Kondisi ini biasanya terjadi mendadak, dan sering disebut gagal jantung. Penyebab gagal jantung bervariasi, tetapi penyebab utamanya biasanya adalah terhambatnya suplai darah ke otot-otot jantung, oleh karena pembuluh-pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah ke otot-otot jantung tersebut tersumbat atau mengeras, entah oleh karena lemak dan kolesterol, ataupun oleh karena zat-zat kimia seperti penggunaan obat yang berlebihan yang mengandung Phenol Propano Alanin (ppa) yang banyak ditemui dalam obat-obat seperti decolgen, dan nikotin.
Belakangan ini juga sering ditemukan gagal jantung mendadak ketika seseorang sedang beraktivitas, seperti yang menyerang beberapa atlet-atlet sepak bola ternama di dunia di tengah lapangan sepak bola.[1]. Biasanya hal itu disebabkan oleh pemaksaan aktivitas jantung yang melebihi ambang batas dari suplai darah ke jantung, karena telah terjadi penyempitan arteri akibat plak dan hal ini disebut penyakit iskemia koroner.
Makanan juga menjadi penyebab utama terjadinya serangan jantung, terutama makanan cepat saji (junk food). Para penelti dari McMaster University, Kanada, menemukan hasil bahwa orang yang banyak mengonsumsi makanan yang digoreng, camilan bergaram, dan daging memiliki risiko serangan jantung lebih dari 35 persen lebih besar dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi sedikit atau tidak mengonsumsinya[2].

Penanggulangan

Tidak ada penanggulangan yang lebih baik untuk mencegah penyakit dan serangan jantung, di samping gaya hidup sehat (seperti sering bangun lebih pagi, tidak sering tidur terlalu larut malam, dan menghindari rokok dan minuman beralkohol), pola makanan yang sehat (memperbanyak makan makanan berserat dan bersayur, serta tidak terlalu banyak makan makanan berlemak dan berkolesterol tinggi), dan olahraga yang teratur dan tidak berlebihan. Namun, ada beberapa zat yang dipercaya mampu memperkecil atau memperbesar risiko penyakit dan serangan jantung, di antara lain:
  • Beberapa peneliti menyebutkan bahwa zat allicin di dalam bawang putih ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa oleh khasiat zat allicin, ketegangan pembuluh darah berkurang 72%[3]. Namun beberapa peneliti lain ada juga yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara bawang putih dengan kesehatan jantung. Dalam studi yang dilakukan pada 90 perokok berbadan gemuk, para peneliti Eropa mendapati bahwa tambahan bubuk bawang putih selama 3 bulan tak memperlihatkan perubahan dalam kadar kolesterol mereka atau beberapa tanda lain risiko penyakit jantung[4].
  • Studi membuktikan bahwa mengurangi merokok tidak mengurangi risiko penyakit jantung. Untuk benar-benar mengurangi risiko penyakit jantung, seseorang harus benar-benar berhenti merokok [5].
  • Penemuan yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology mengungkapkan konsumsi suplemen Vitamin C dapat mengurangi risiko penyakit jantung[6].
  • Penelitian menunjukkan, mengurangi konsumsi garam dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Konsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah. Pada percobaan diet rendah garam menunjukkan risiko penyakit jantung hingga 25% dan risiko serangan jantung hingga 20%
  • Konsumsi makanan-makanan yang dapat menjaga kesehatan jantung seperti salmon, tomat, minyak zaitun, gandum, almond, dan apel; habatussauda dan obat herbal lainnya


Penyakit Pada Jantung:

Kardiovaskuler

Hingga 63% kematian yang terjadi di dunia disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler. Di Asia Tenggara sendiri, angka kematian sekitar 3,6 juta disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler, dimana angka tersebut adalah seperempat dari angka total kematian setiap tahunnya. 1
Di Indonesia sendiri, penyakit kardiovaskuler, stroke dan penyakit jantung koroner adalah penyebab utama kematian yang menyebabkan lebih dari 470.000 kematian setiap tahunnya.2
Pada tahun 2014, angka kematian di Indonesia sebesar 1.551.000 jiwa, di mana 37% dari angka kematian tersebut disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler. 3
PJK adalah nama kelompok penyakit yang mengenai jantung dan pembuluh darah. Contoh dari PJK adalah penyakit jantung koroner (PJK), stroke, trombosis dan peripheral artery disease (PAD). PJK dan stroke dapat disebabkan oleh penyumbatan dalam pembuluh darah.14
Selain itu PJK mempengaruhi struktur dan fungsi dari jantung, seperti :4
    Penyempitan arteri jantung. Serangan jantung. Detak jantung yang tidak normal, atau aritmia. Gagal jantung. Penyakit katup jantung. Penyakit otot jantung (kardiomiopati). Penyakit vaskular (penyakit pembuluh darah).

Apa saja gejala penyakit kardiovaskuler?1

Gejala yang paling umum dirasakan adalah:
  • Nyeri pada dada atau ketidaknyamanan yang bisa berlangsung selama beberapa menit.
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas.
  • Kelelahan dan kelemahan.
  • Berdebar.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki, perut.

Faktor Risiko PJK 5,6

  • Alkohol
    Mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko PJK.
  • Berat Badan
    Kelebihan berat badan dan/atau obesitas meningkatkan risiko PJK.
  • Tekanan Darah
    Tekanan darah tinggi secara langsung dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya PJK.
  • Diabetes dan Prediabetes
    Diabetes secara substansial dapat meningkatkan risiko PJK. Laki-laki dengan diabetes melitus tipe 2 memiliki risiko terkena PJK 2-4 kali lebih besar, dan risiko ini lebih tinggi lagi pada perempuan dengan penderita diabetes melitus tipe 2.
  • Makanan
    Salah satu alasan mengapa angka kejadian PJK di Indonesia meningkat adalah pola makan yang kurang sehat, yaitu mengonsumsi lemak jenuh, kurangnya asupan sayur, dan buah-buahan. Selain itu, konsumsi garam juga sebaiknya dibatasi.
  • Olahraga
    Berdasarkan laporan WHO pada tahun 2002, PJK yang terjadi di negara maju disebabkan oleh kurangnya kegiatan fisik (olahraga).
  • Kolesterol Tinggi
    Risiko PJK secara langsung berhubungan dengan tingkat kolesterol.
  •  Merokok
    Merokok menyebabkan kematian yang berhubungan dengan PJK. Perokok pasif juga rentan terhadap bahaya kesehatan kardiovaskuler. Perokok pasif secara terus-menerus meningkatkan risiko PJK dengan kira-kira 25%.

Mengobati Penyakit Jantung Koroner7

Pengobatan dan perawatan yang dapat dilakukan untuk penyakit kardiovaskuler menggabungkan beberapa metode, seperti pemeriksaan fisik, cek darah untuk mengetahui kadar lemak, kolesterol dan trigliserida dalam darah, elektrokardiogram (ECG atau EKG), X-ray dada, uji tingkat stress dan imaging tests dan angiocardiography.
Sedangkan untuk pencegahannya dapat dilakukan dengan mengubah pola hidup, termasuk mengurangi konsumsi makanan berlemak dan tinggi garam, berolahraga secara rutin, berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol.
Selain itu, obat-obatan resep tertentu juga dapat mengurangi timbulnya PJK dan dapat mencegah PJK.

Trombosis Vena Dalam

Trombosis Vena Dalam (TVD) terjadi akibat pembekuan darah pada satu atau lebih pembuluh darah. Selain dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki, TVD juga sering terjadi tanpa adanya gejala atau tanda-tanda. TVD juga kerap terjadi pada seseorang yang mengalami kondisi medis yang memengaruhi pembekuan pada darah seperti pasien bed rest total yang tidak dapat bergerak dari tempat tidur (termasuk pasien pasca operasi yang tidak banyak bergerak selama suatu waktu). 9
Gumpalan darah yang terbentuk pada pembuluh darah vena disebut venous thrombosis. TVD biasanya terjadi pada pembuluh darah tungkai di mana vena lebih besar yang berjalan melalui otot-otot betis dan tungkai. TVD dapat menyebabkan rasa nyeri dan pembengkakan pada kaki dan jika tidak ditangani dapat menjadi sangat serius, karena gumpalan darah melepaskan diri dan mengalir ke paru dan menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah di paru (pulmonary embolism). Kondisi ini dapat berisiko gangguan pernapasan dan berisiko fatal. 8
TVD dan pulmonary embolism juga diketahui sebagai venous thromboembolism (VTE).12

Penyebab Trombosis Vena Dalam10

Pada dasarnya darah mengalir di dalam tubuh. Namun jika darah tidak mengalir maka hal tersebut memperlihatkan bahwa terjadi pembekuan atau penggumpalan darah. Terbentuknya pembekuan atau penggumpalan darah dapat disebabkan oleh beberapa kondisi di bawah ini:
  •  Imobilitas, misalnya duduk dalam perjalanan yang panjang, rawat inap, operasi, trauma pada tungkai bawah dengan atau tanpa operasi, kehamilan dan post partum, obesitas.
  • Koagulasi darah lebih cepat dari yang seharusnya (hypercoaguability).

Gejala dan Tanda Trombosis Vena Dalam11

Beberapa gejala dan tanda dari TVD:
  • Pembengkakan.
  • Nyeri.
  • Peningkatan suhu, kram, atau nyeri di area yang bengkak atau nyeri, biasanya betis atau tungkai.
  • Kulit kemerahan atau pucat.
TVD yang tidak ditangani dapat menjadi emboli paru, di mana gejalanya adalah :
  • Sesak napas.
  • Sakit saat mengambil napas yang dalam.
  • Napas cepat.
  • Peningkatan denyut jantung.
Gejala dan tanda lain pada pulmonary embolism adalah batuk, dengan atau tanpa darah; perasaan cemas atau takut; pusing atau pingsan; dan berkeringat.

Faktor Risiko Trombosis Vena Dalam12

Beberapa faktor risiko yang menyebabkan TVD yaitu:
  • Imobilitas, termasuk rawat inap dalam jangka waktu panjang karena sakit atau kecelakaan, perjalanan panjang (mobil atau pesawat).
  • Kehamilan.
  • Konsumsi pil kontrasepsi atau terapi hormon.
  • Merokok.
  • Kanker.
  • Operasi yang menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah pada kaki atau tangan.
  • Menurun secara genetik dalam hal pembekuan darah.
  • Obesitas.

Pencegahan Trombosis Vena Dalam13

Jika seseorang memiliki risiko mengalami TVD beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah pembekuan darah yaitu:
  • Berhenti merokok.
  • Konsumsi makanan sehat.
  • Rutin berolahraga.
  • Menjaga berat badan.
  • Mobilisasi dini.
  • Mendapat obat antikoagulan/profilaksis lainnya.
Temui dokter sebelum melakukan perjalanan panjang jika seseorang pernah mengalami TVD. Selain itu, cara mencegah TVD saat melakukan perjalanan jauh adalah mengonsumsi banyak air, melakukan latihan kaki sederhana, beristirahat, dan berjalan singkat.

Pengobatan Trombosis Vena Dalam10

Pengobatan TVD biasanya dengan mengonsumsi obat antikoagulan yang dapat menurunkan kemungkinan darah menggumpal dan menghentikan gumpalan darah menjadi besar.
  • Konsumsi obat
    • Antikoagulasi atau pengencer darah dapat menghentikan gumpalan darah membesar atau mencegah terjadinya penggumpalan baru lainnya. Beberapa efek samping dari obat ini termasuk pendarahan dapat terjadi jika mengonsumsi obat pengecer darah, seperti aspirin.
    • Thrombin inhibitor dapat menghentikan proses pembekuan dan dapat digunakan bagi orang yang tidak dapat mengonsumsi heparin.
    • Thrombolytics dapat digunakan untuk mengencerkan gumpalan darah yang besar yang dapat menyebabkan beberapa gejala dan komplikasi yang serius. Karena thrombolytics dapat menyebabkan pendarahan, maka penggunakannya hanya pada kondisi yang sangat serius atau jika sudah mengancam jiwa, termasuk emboli paru.
  • Kateter untuk menghilangkan thrombus
    Dalam beberapa kondisi darurat, dokter akan melakukan kateter untuk menghilangkan thrombus. Prosedur ini menggunakan tube yang fleksibel untuk menjangkau gumpalan darah pada paru. Dokter akan memasukkan alat ke dalam tabung untuk memecah gumpalan atau mengalirkan obat melalui tabung.
  • Vena cava filter
    Seseorang yang tidak dapat mengonsumsi obat pengencer darah akan memerlukan vena cava filter yang akan menangkap gumpalan darah sebelum gumpalan tersebut mengalir ke paru, hal ini dilakukan untuk mecegah pulmonary embolism. Namun, filter tidak menghentikan penggumpalan darah baru. Biasanya saringan tidak dianjurkan jika orang tersebut mengonsumsi pengencer darah.


Rabu, 16 Oktober 2019

Struktur dan Fungsi Darah

Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah pada Manusia

Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah pada Manusia
Amongguru.com. Darah pada tubuh manusia berfungsi untuk mengangkut nutrisi, oksigen, hormon, dan senyawa kimia lain ke seluruh sel-sel tubuh.
Darah juga berfungsi mengangkut karbon dioksida dan sisa metabolisme untuk dikeluarkan dari tubuh serta menjaga tubuh dari serangan penyakit.
Proses tersebut berlangsung terus menerus selama kehidupan manusia. Untuk melakukan fungsi tersebut, maka melibatkan berbagai organ dalam tubuh.
Darah merupakan jaringan ikat yang berwujud cair dan tersusun atas dua komponen utama, yaitu plasma dan elemen seluler.

1.  Plasma Darah

Plasma darah merupakan cairan ekstra seluler yang mengandung zat-zat terlarut, sedangkan elemen seluler tersusun atas sel-sel darah.
Apabila darah yang terdapat terdapat di dalam tabung disentrifugasi (diputar) dengan kecepatan tertentu,sel-sel darah akan berada pada bagian dalam sedangkan plasma berada pada bagian atas.
Darah tersusun atas 55 % plasma darah dan 45 % sel-sel darah. Secara normal, lebih dari 99 % sel-sel darah tersusun atas sel darah merah (eritrosit) dan sisanya tersusun oleh sel darah putih (leokosit), dan keping darah (trombosit)..
Plasma darah tersusun atas 91,5% air (H2O) dan 8,5% zat-zat terlarut. Zat-zat lain yang terlarut dalam plasma darah, antara lain sari makanan, mineral, hormon, antibodi, dan zat sisa metabolisme (urea dan karbon dioksida).

2. Sel Darah Merah (Eritrosit)

Sel darah merah berbentuk bulat pipih dan bagian tengahnya cekung (bikonkaf). Sel darah merah tidak memiliki inti sel.
Warna merah pada sel darah merah disebabkan adanya hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah.
Hemoglobin merupakan suatu protein yang mengandung unsur besi. Sel darah merah paling banyak terdapat dalam darah. Sekitar 1 mm3 (kurang lebih satu tetes) darah terdiri atas 4 – 5 juta sel darah merah.
Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah pada Manusia
Sel darah merah
Ketika dalam paru-paru, hemoglobin dalam sel darah merah mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap oksigen, sehingga akan mengikat oksigen membentuk kompleks oksihemoglobin. persamaan reaksi kimianya adalah sebagai berikut.
Hb    + O2 —> HbO2
Ketika sel darah merah berada dalam jaringan tubuh, maka daya ikat hemoglobin terhadap oksigen berkurang, sehingga oksigen terlepas dari hemoglobin menuju sel-sel darah.
Sebaliknya, pada saat berada dalam jaringan tubuh, daya ikat hemoglobin terhadap karbondioksida menjadi tinggi.
Karbondioksida akan berikatan dengan hemoglobin, sehingga membentuk karbaminohemoglobin. Persamaan reaksinya sebagai berikut.
Hb + CO2 —> HbCO2
Sel darah merah yang mengandung karbaminohemoglobin selanjutnya menuju paru-paru. Di dalam paru-paru, karbondioksida dilepaskan untuk dikeluarkan dari tubuh.
Sel darah merah dibentuk di dalam sumsum merah tulang. Akan tetapi, selama di dalam kandungan, sel darah merah dibentuk di hati dan limpa. Sel darah merah hanya berusia sekitar 100 – 120 hari saja.
Sel yang telah tua akan dihancurkan oleh sel makrofag di dalam hati dan limpa. Selanjutnya, di dalam hati, hemoglobin akan dirombak dan dijadikan bilirubin (pigmen kuning pada empedu).

c.  Sel Darah Putih (Leukosit)

Berbeda dengan sel darah merah, maka sel darah putih memiliki bentuk yang tidak tetap atau bersifat amoeboid dan mempunyai inti.
Jumlah sel darah putih tidak sebanyak jumlah sel darah merah. Setiap 1 mm3 darah mengandung 8.000 sel darah putih.
Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah pada Manusia
Sel darah putih
Fungsi utama dari sel darah putih adalah untuk melawan kuman atau bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh.
Jika di dalam darah terjadi peningkatan jumlah leukosit, maka kemungkinan terjadi infeksi di bagian tubuh.
Apabila jumlah leukosit berada sampai di bawah 6.000 sel per mm3 darah disebut sebagai kondisi leukopenia.
Sedangkan jika jumlah leukosit melebihi normal  (di atas 9.000 sel per 1 mm3), maka disebut leukositosis.
Berdasarkan ada dan tidaknya granula (butir-butir kasar) dalam sitoplasma leukosit, maka leukosit dalam dibedakan menjadi dua, yaitu granulosit dan agranulosit.
Leukosit jenis granulosit terdiri atas eosinfil, basofil, dan netrofil. Agranulosit terdiri dari limfosit dan monosit.
Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah pada Manusia
Sel darah putih

d.  Keping Darah (Trombosit)

Trombosit (keping darah) memiliki bentuk yang beraneka ragam, yaitu bulat, oval, dan memanjang. Jumlah sel keping darah pada orang dewasa sekitar 200.000 – 500.000 sel per 1 mm3 darah.
Umur keping darah terbilang cukup singkat, yaitu 5 sampai 9 hari saja. Keping darah sangat berhubungan dengan proses pengeringan luka, sehingga sering disebut sebagai sel darah pembeku.
Sesaat setelah bagian tubuh terluka maka trombosit akan pecah arena bersentuhan dengan permuaan kasar dari pembuluh darah yang luka. Di dalam tromosit, terdapat enzim trombokinase atau tromboplastin.
Enzim tromboplastin akan mengubah protrombin (calon trombin) menjadi trombin karena pengaruh ion kalsium dan vitamin K dalam darah. Trombin akan mengubah fibrinogen (proten darah) menjadi benang-benang fibrin.
Benang-benang fibrin tersebut akan menjaring sel-sel darah, sehingga luka tertutup dan darah tidak menetes lagi.
Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah pada Manusia

Fungsi Sistem Peredaran Darah Pada Manusia

Dalam sistem peredaran darah pada manusia, darah merupakan suatu cairan yang sangat penting bagi tubuh kita. Dan salah satu fungsi darah ialah sebagai pengangkut atau menyalurkan berbagai zat-zat penting dalam tubuh kita ke seluruh bagian tubuh manusia. Disamping itu masih banyak lagi fungsi dari sistem peredaran darah manusia ini, diantaranya:
  • Mempunyai peran penting dalam mengangkut sari-sari makanan yang berasal dari usus ke seluruh bagian tubuh kita.
  • Berguna untuk menyalurkan oksigen yang berasal dari organ pernafasan paru-paru dan juga mendistribusikan ke seluruh tubuh. Dan selain itu juga mengangkut karbondioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru.
  • Mempunyai fungsi untuk mengangkut hormon dari tempat produksinya menuju ke beberapa bagian tubuh yang membutuhkan.
  • Dapat berperan mengangkut berbagai zat sisa hasil metabolisme sel menuju ke organ ekskresi yaitu ginjal.
  • Mempunyai manfaat untuk menjaga kestabilan temperatur pada tubuh agar tetap berada disuhu antara 36-37 derajat celcius.
  • Disamping itu dara juga berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh kita.

Organ-Organ Sistem Peredaran Darah Manusia

Suatu darah tidak mungkin dapat mengalir dengan sendirinya ke seluruh tubuh. Dan dibutuhkan mesin pemompa agar darah dapat mengalir di dalam tubuh, organ tersebut adalah jantung. Pada darah yang terdapat di dalam tubuh akan tetap terus berada di dalam pembuluh-pembuluh darah, yaitu pada pembuluh besar dan pembuluh kecil.

Organ Jantung

Pada jantung terdapat di rongga dada, dilapisi oleh membran pelindung yang disebut perikardium. Dan dinding jantung terdiri berasal dari jaringan kuncir padat yang membentuk otot jantung dan suatu kerangka fibrosa. Suatu serabut otot jantung beranastomosis secara erat dan bercabang-cabang.
Struktur Jantung
Dalam jantung mamalia dan manusia memiliki empat ruangan, yakni ventrikel kiri dan kanan dan atrium kiri dan kanan. Bila dibandingkan dengan dinding ventrikel, dinding atrium bentuknya lebih tipis, dikarenakan ventrikel pada jantung harus bekerja lebih kuat agar dapat memompa darah ke seluruh organ tubuh kita.
Cara Kerja Jantung
Dalam darah kotor berasal dari tubuh masuk ke atrium kanan, sesudah itu melalui katup yang disebut katup trikuspid mengalir ke ventrikel kanan. Suatu trikuspid berhubungan bersama terdapatnya tiga daun jaringan yang terdapat di lubang pada ventrikel kanan dan atrium kanan. Dalam kontraksi ventrikel akan menutup katup trikuspid, tetapi mengakses katup pulmoner yang terdapat pada lubang masuk arteri pulmoner.
Pada darah yang masuk ke dalam arteri pulmoner akan diteruskan ke paru-paru kiri dan kanan, dimana masing-masing dialirkan melalui cabang-cabang arteri sebelah kiri. Dalam arteri-arteri ini bercabang sampai membentuk arteriol
Pada arteriol-arteriol mengalirkan darah ke pembuluh kapiler di dalam paru-paru. Dan disitulah darah melepaskan karbon dioksida dan mengikat oksigen. Lalu kemudian, darah diangkut oleh pembuluh darah venul yang mempunyai fungsi sebagai saluran anak yang berasal dari vena pulmoner.
Dari empat vena pulmoner (dua berasal dari tiap tiap paru-paru) mempunyai darah kaya oksigen ke atrium kiri jantung. Dan hal tersebut merupakan bagian sistem sirkulasi yang dikenal sebagai sistem peredaran darah pendek/kecil (pulmoner).
Pada atrium kiri, darah mengalir ke ventrikel kiri melalui katup bikuspid. Itu disebabkan kontraksi ventrikel katup aortik pada lubang masuk ke aorta akan terbuka dan menyebabkan katup bikuspid menutup. Dan cabang-cabang yang pertama berasal dari aorta terdapat tepat di dekat katup aortik. Kemudian dua lubang menuju ke arteri-arteri koroner kiri dan kanan.
Tekanan Darah dan Denyut Jantung
Suatu otot jantung memiliki kekuatan untuk berdenyut sendiri secara terus menerus. Dalam sebuah sistem terintegrasi yang berada di dalam jantung mengawali denyutan dan merangsang ruang-ruang pada jantung secara sistematis.
Sebuah impuls menyebar ke semua bagian atrium dan ke simpul atrioventrikel. Lalu kemudian, dorongan akan dilanjutkan ke otot ventrikel melalui serabut purkinje. Dan hal ini berjalan cepat supaya kontraksi ventrikel merasa pada apeks jantung dan menyebar bersama cepat ke arah pangkal arteri besar yang meninggalkan jantung.

Pembuluh Darah

Suatu pembuluh darah merupakan jalur bagi darah yang mengalir berasal dari jantung menuju ke jaringan tubuh, dan sebaliknya. Selain itu pembuluh darah sanggup dibagi jadi tiga macam, yaitu pembuluh kapiler, pembuluh vena dan pembuluh nadi.
Pembuluh Kapiler
Sebuah pembuluh kapiler adalah pembuluh darah kecil yang miliki diameter kurang lebih sebesar sel darah merah, yaitu 7,5 μm. Walaupun diameter sebuah kapiler benar-benar kecil, kuantitas kapiler yang timbul berasal dari sebuah arteriol tergolong besar supaya keseluruhan daerah sayatan melintang yang tersedia untuk aliran darah meningkat. Dan pada orang dewasa kurang lebih terdapat 90.000 km kapiler.
Pada dinding kapiler terdiri atas satu lapis sel epitel yang permiabel daripada membran plasma sel. Dalam Asam amino, Glukosa, Oksigen, serta berbagai ion dan zat lain yang dibutuhkan secara gampang sanggup berdifusi lewat dinding kapiler ke dalam cairan interstitium mengikuti gradien konsentrasinya. Dan sebaliknya, limbah nitrogen, karbon dioksida, serta hasil sampingan metabolisme lain sanggup bersama gampang berdifusi ke dalam darah.
Pembuluh Vena
Suatu Pembuluh vena (pembuluh balik) merupakan pembuluh darah yang mempunyai darah ke arah jantung. Se;ain itu, pembuluh balik terdiri atas tiga lapisan, seperti pembuluh arteri. Lalu dari susunan dalam ke arah luar adalah endotel, otot polos dan jaringan elastik, serta jaringan ikat fibrosa.
Dalam sepanjang pembuluh vena, terdapat katup-katup yang menahan darah ulang ke jaringan tubuh. Dan pembuluh vena terdapat lebih ke permukaan terhadap jaringan tubuh daripada pembuluh arteri.
Pembuluh Nadi
Suatu pembuluh nadi (pembuluh arteri) merupakan pembuluh darah yang mempunyai darah berasal dari jantung menuju kapiler. Dan arteri vertebrata dilapisi endotel dan miliki dinding yang relatif tidak tipis yang memiliki kandungan otot polos dan jaringan ikat elastis. Selain itu, arteri condong terdapat agak lebih dalam di jaringan badan.
Pada dinding arteri besar (aorta) yang nampak berasal dari jantung banyak memiliki kandungan jaringan ikat. Dari kekuatan tiap sistol ventrikel mendorong darah ke dalam arteri dan melebarkannya supaya sanggup menampung darah tersebut. Kemudian pada pas diastol, kelenturan dinding bagian pertama arteri selanjutnya menunjang mendorong darah ke bagian arteri yang jadi lebar. Dan elastisitas arteri yang besar itu mengubah arus darah jadi tenang.

Sumber:https://www.amongguru.com/struktur-dan-fungsi-sistem-peredaran-darah-pada-manusia/
https://www.idpengertian.com/fungsi-sistem-peredaran-darah/